Workshop Edukasi Pupuk Teknologi Nano PATEN Berlangsung Interaktif


MEDAN — Workshop edukasi “Petani Merdeka” yang digelar dalam rangka HUT ke 81 Republik Indonesia di Komplek Taman Polonia V No. 2A, Medan, Minggu (16/8/2026), berlangsung sukses dan interaktif. 


Meski sejumlah peserta berhalangan hadir, kegiatan tetap berjalan aktif dan tepat sasaran dalam memberikan pemahaman kepada petani mengenai perkembangan teknologi pertanian, khususnya pupuk organik non mikroba berteknologi nano PATEN.


Kegiatan yang diprakarsai Ms Maharawaty tersebut tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga forum diskusi bagi peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kegiatan budidaya.


Maharawaty mengatakan, edukasi penting agar petani tidak hanya mengenal teknologi baru, tetapi juga memahami prinsip, manfaat, cara penggunaan, serta penerapannya sesuai kebutuhan tanaman.


“Teknologi tidak akan menjadi BREAK THROUGH apabila tidak dipahami dan digunakan dengan tepat. Petani harus mendapatkan informasi yang benar sehingga mampu menentukan pilihan pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan,” ujarnya.


Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pupuk organik non mikroba berteknologi nano PATEN, termasuk kaitannya dengan pemanfaatan unsur hara secara lebih optimal. 


Peserta juga diberikan pemahaman bahwa penggunaan pupuk harus memperhatikan jenis tanaman, kondisi tanah, dosis, waktu, serta cara aplikasi sesuai petunjuk penggunaan.


Suasana workshop berlangsung semakin menarik dengan aktifnya peserta mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai persoalan pemupukan yang mereka hadapi di lapangan. Diskusi yang berlangsung dua arah membuat materi edukasi lebih mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan petani.


“Petani perlu diberikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi dan memahami teknologi berdasarkan kebutuhan mereka. Dengan begitu, mereka tidak sekadar mengikuti kebiasaan, tetapi mulai mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan,” katanya.


Selain edukasi dan diskusi, kegiatan dikemas dalam suasana kekeluargaan melalui sharing pengalaman, lomba karaoke, dan makan bersama. Suasana santai tersebut membuat interaksi antara peserta dan penyelenggara semakin dekat.


Maharawaty berharap kegiatan edukasi seperti “Petani Merdeka” dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak petani memperoleh informasi yang tepat mengenai perkembangan teknologi pertanian.


“Semangat kemerdekaan harus menjadi semangat untuk terus belajar dan maju. Petani harus semakin mandiri, berpengetahuan, terbuka terhadap inovasi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju dan berdaya saing,” tutupnya. Becks

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersial tanpa seizin redaksi.