Dubes Australia Apresiasi Gagasan Kreatif Mahasiswa di Ajang KGSI 2026 USU

Medan – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengapresiasi kualitas pemikiran mahasiswa dalam menyampaikan ide-ide kreatif dalam menghadapi tantangan era digital pada ajang Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia dan Narasi, Rabu (13/5/2026).


KGSi bertemakan “Memberdayakan Pendidikan di Era Digital” tersebut menghadirkan dua tokoh inspiratif, yakni Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier serta jurnalis dan pendiri Narasi, Najwa Shihab.


Dalam sambutannya, Rod Brazier menilai gagasan dan inovasi sosial menjadi kunci penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik. Ia mengaku terkesan dengan berbagai ide yang disampaikan mahasiswa USU dalam kompetisi tersebut.


“Kami melihat potensi luar biasa dari para inovator muda di Medan. Gagasan yang lahir di sini menunjukkan bahwa anak muda memiliki kepekaan tinggi terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan kesenjangan sosial,” ujar Rod Brazier.


Ia juga menyampaikan rasa bangganya dapat menjalin kemitraan dengan Universitas Sumatera Utara dan Narasi dalam mendukung pengembangan generasi muda yang kreatif dan inovatif.


Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat USU, Poppy Anjelisa Hasibuan, mengatakan bahwa KGSI bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan solusi sosial yang berdampak nyata.


“USU berkomitmen untuk terus menjadi wadah di mana gagasan besar bertemu dengan kreativitas. Kehadiran Duta Besar Australia dan Mbak Najwa hari ini memberikan perspektif global sekaligus lokal bagi mahasiswa kami untuk berani melahirkan solusi atas masalah sosial di sekitar kita,” ujarnya.


Suasana Aula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU semakin semarak saat Najwa Shihab menyampaikan orasi inspiratif dalam sesi bertajuk “Future Skills”. Di hadapan ratusan mahasiswa, perempuan yang akrab disapa Mbak Nana itu menegaskan bahwa dunia profesional saat ini menuntut lebih dari sekadar nilai akademik.


“Di tengah perubahan dunia yang sangat cepat, ijazah hanyalah tiket masuk. Yang membuat kalian bertahan dan menang adalah daya adaptasi, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi. KGSI ini adalah simulasi nyata bagaimana gagasan kalian diuji oleh realitas,” tegas Mbak Nana.


Selain sesi diskusi dan tanya jawab, kegiatan ini juga menampilkan presentasi para finalis KGSI 2026 yang menawarkan berbagai solusi inovatif. Beberapa di antaranya meliputi aplikasi pengelolaan limbah rumah tangga hingga platform pendidikan digital bagi daerah terpencil di Sumatera Utara.


Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen antara USU dan Kedutaan Besar Australia untuk terus memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di masa mendatang. Becks


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersial tanpa seizin redaksi.