“Kami melihat potensi luar biasa dari para inovator muda di Medan. Gagasan yang lahir di sini menunjukkan bahwa anak muda memiliki kepekaan tinggi terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan kesenjangan sosial,” ujar Rod Brazier.
Ia juga menyampaikan rasa bangganya dapat menjalin kemitraan dengan Universitas Sumatera Utara dan Narasi dalam mendukung pengembangan generasi muda yang kreatif dan inovatif.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat USU, Poppy Anjelisa Hasibuan, mengatakan bahwa KGSI bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan solusi sosial yang berdampak nyata.
“USU berkomitmen untuk terus menjadi wadah di mana gagasan besar bertemu dengan kreativitas. Kehadiran Duta Besar Australia dan Mbak Najwa hari ini memberikan perspektif global sekaligus lokal bagi mahasiswa kami untuk berani melahirkan solusi atas masalah sosial di sekitar kita,” ujarnya.