“Petani harus mampu memilih solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan di bidang pertanian. Kami berharap edukasi ini dapat memperluas wawasan petani mengenai perkembangan pupuk organik non mikroba berteknologi nano PATEN serta manfaat dan penggunaannya sesuai kebutuhan budidaya,” katanya.
Melalui workshop tersebut, peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan pertanian yang mereka hadapi di lapangan. Pertukaran pengalaman antarpetani diharapkan dapat melahirkan perspektif dan solusi baru dalam menghadapi tantangan budidaya.
Dengan wawasan yang diperoleh, petani diharapkan semakin mandiri dalam menentukan pilihan pengelolaan lahan, memahami pentingnya efisiensi pemupukan, serta terbuka terhadap perkembangan teknologi pertanian.
Workshop “Petani Merdeka” tidak hanya dikemas dalam bentuk penyuluhan. Kegiatan juga dirancang lebih interaktif dengan menghadirkan sesi edukasi teknologi pertanian, diskusi pemupukan, sharing pengalaman antarpetani, lomba karaoke, serta makan bersama Ms Maharawaty.