MEDAN – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Yayasan Gracia Ecolab Garden akan menggelar workshop edukasi bertajuk "Petani Merdeka" di Komplek Taman Polonia V No. 2A, Medan, pukul 08.00 Wib s.d selesai, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para petani dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat inovasi pupuk organik non mikroba berteknologi nano PATEN sebagai salah satu alternatif dalam mendukung sektor pertanian yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Workshop akan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain penyampaian materi edukasi, acara juga dimeriahkan dengan lomba karaoke lagu perjuangan dan lagu indonesia lainnya. Lomba diikuti peserta untuk kategori solo, duet dan trio.
Kemudian ditutup dengan makan bersama menyajikan aneka hidangan seperti nasi goreng andaliman, nasi rawon, lontong dan mie goreng. Juga dilengkapi dengan aneka kue seperti, kue chinese (halal) kue pandan,wajik hingga getuk. Kegiatan makan bersama ini sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi antarpetani, komunitas, dan penyelenggara.
Ketua Yayasan Gracia Ecolab Garden, Maharawaty, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan petani mengenai perkembangan teknologi di bidang pertanian, khususnya inovasi pupuk organik non mikroba berteknologi Nano PATEN.
Menurutnya, tema "Petani Merdeka" dipilih sebagai bentuk harapan agar petani semakin mandiri dalam menentukan solusi terbaik bagi pengelolaan lahannya, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang selama ini dihadapi di sektor pertanian, termasuk persoalan pemupukan.
"Petani harus mampu memilih solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan di bidang pertanian. Solusi yang tepat dan akurat sangat dibutuhkan, terutama terkait persoalan pupuk. Karena itu, melalui edukasi ini kami berharap para petani memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan pupuk organik non mikroba berteknologi nano PATEN serta manfaat yang dapat dirasakan sesuai dengan kebutuhan budidaya mereka," ujar Maharawaty.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi nano di sektor pertanian berpotensi menjadi sebuah BREAK THROUGH atau terobosan karena menghadirkan pendekatan yang berbeda dibandingkan metode pemupukan konvensional. Namun, menurutnya, sebuah inovasi hanya akan menjadi terobosan apabila dipahami dan diterapkan secara benar oleh para petani.
Melalui penerapan yang tepat, teknologi ini tidak hanya mampu meningkatkan efektivitas pemupukan, tetapi juga membantu petani mengurangi ketergantungan pada pupuk berharga mahal. Pupuk PATEN, misalnya, dinilai lebih ekonomis, praktis, dan efektif dalam penggunaannya. Selain itu, penerapan teknologi tersebut juga diharapkan dapat membantu petani terhindar dari berbagai persoalan yang selama ini membebani sektor pertanian, seperti praktik ijon, pinjaman online (pinjol), penggunaan benih yang tidak berkualitas, serangan hama, serta pemanfaatan bibit yang kurang unggul.
Oleh sebab itu, edukasi menjadi kunci agar teknologi tidak berhenti sebagai produk, melainkan benar-benar mampu memberikan nilai tambah dalam praktik budidaya di lapangan.
Maharawaty menjelaskan bahwa teknologi nano membuka peluang lahirnya inovasi pupuk yang dirancang agar unsur hara dapat dimanfaatkan tanaman secara lebih optimal. Dengan pemanfaatan yang tepat sesuai kondisi lahan dan jenis tanaman, teknologi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sekaligus mendukung produktivitas pertanian yang lebih baik. Karena itu, workshop ini diharapkan menjadi langkah BREAK THROUGH dalam mempercepat transformasi pola pikir petani, dari penggunaan teknologi secara konvensional menuju pemanfaatan inovasi berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Gracia Ecolab Garden berharap semakin banyak petani yang terbuka terhadap pemanfaatan teknologi pertanian modern sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Workshop tersebut juga menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antarpetani mengenai berbagai tantangan di lapangan sekaligus mencari solusi bersama melalui pendekatan teknologi dan inovasi.
"Momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia diharapkan menjadi semangat baru bagi para petani untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, serta memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian sebagai sebuah BREAK THROUGH menuju pertanian Indonesia yang lebih maju, mandiri, berdaya saing, dan mampu mewujudkan cita-cita Petani Merdeka," tutupnya.
Untuk info lebih lanjut terkait kegiatan ini segera hubungi 081161660880 untuk konfirmasi kehadiran.